Minggu, 29 Maret 2020

Pentingnya Social Distancing!!!


Apa Itu Social Distancing, dan Apa Pentingnya Social Distancing?
Mungkin masih ada dari sebagian kita yang bingung mengenai social distancing yang sedang marak dilakukan di beberapa negara termasuk Indonesia. Social distancing sendiri memiliki arti yang sangat beragam. Namun, dapat disimpulkan bahwa social distancing adalah tindakan berupa menjauhi dan membatasi kontak langsung dengan individu lain untuk menghindari penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) yang sedang marak terjadi. Dalam kasus ini, pembatasan tersebut meliputi dilarangnya berjabat tangan dan berpelukan saat bertemu kerabat. Serta harus memberikan jarak 1,5 hingga 2 meter dengan manusia lainnya.
Lalu, apa pentingnya social distancing saat pandemic Virus Corona ini?
Saat ini, melakukan social distancing dianggap sebagai tindakan yang paling berpengaruh untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona semakin luas lagi.
Bentuk Social Distancing, Penting untuk Mencegah Penyebaran Covid-19
Untuk kalian yang masih bertanya-tanya, seperti apa bentuk dari social distancing tersebut, berikut ini penjelasan lebih lanjutnya. Yuk, simak ulasan di bawah ini!

1. Menerapkan Bekerja di Rumah

Sejak virus corona dinyatakan sebagai pandemi pada 12 Maret 2020 lalu oleh WHO, pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan social distance. Khususnya bagi kota-kota yang sudah terpapar virus corona. Sejak saat itu, muncullah kebijakan work from home (WFH) untuk meminimalisir terus bertambahnya angka korban yang terkena virus corona.
Banyak perusahaan yang mulai menerapkan sistem kerja dari rumah bagi karyawannya. Bukan tanpa alasan, langkah ini dipercaya sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran virus yang dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik secara sengaja ataupun tidak.

2. Hindari Menggunakan Kendaraan Umum

Selama masa karantina, tentu sebaiknya kamu tetap berada di dalam rumah ya, Kalaupun kamu harus pergi ke luar rumah, sebaiknya perhatikan beberapa hal yang tetap bisa membuat kamu aman selama di luar rumah. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan kendaraan umum.
Kembali lagi pada social distancing yang mengharuskan kamu untuk menjaga jarak antara 1,5 hingga 2 meter dari orang lain. Serta hindari menyentuh benda disekitar yang berpotensi menyimpan virus, dan akan berdampak buruk untuk kamu yang sedang dalam kondisi kurang baik.


3. Sebisa Mungkin Hindari Kerumunan

Bentuk dari social distancing terakhir yang bisa menjadi acuan selama pandemi virus corona ini masih ada adalah dengan menghindari kerumunan. Tempat-tempat yang dimaksudkan adalah seperti pusat perbelanjaan, restoran, club atau bar, dan beberapa tempat dengan jumlah pengunjung lebih dari 50 orang.
Bahkan, selama wabah ini masih ada, pemerintah melarang adanya acara-acara yang menyebabkan adanya kerumunan orang. Seperti festival musik, parade, event olahraga, dan lain sebagainya.
Cegah Penyebaran Virus Corona #dirumahaja
Meskipun siapapun bisa saja menjadi penyebar dan penderita dari virus corona. Namun ada cara terbaik yang bisa kamu lakukan kok, untuk setidaknya memutus potensi seseorang tersuspek virus ini. Dengan menerapkan cara-cara di atas dan memilih untuk #dirumahaja tentunya kamu menyelamatkan diri sendiri dan orang lain juga lho.
SEMOGA PENYEBARAN VIRUS CORONA CEPAT BERAKHIR. AAMIIN J
STAY SAFE TEMAN-TEMAN!!!!
#DIRUMAHAJA

Selasa, 03 Maret 2020

7 Cara Menghilangkan Bau Mulut
Bau mulut atau disebut juga dengan Halitosis bukan merupakan hal yang asing bagi kita. Lebih dari 80% penduduk dunia mengalami bau mulut. Berikut akan kita bahas bagaimana cara menghilangkan dan mencegah bau mulut.
1. Sikat gigi secara teratur

Pada umumnya halitosis disebabkan karena adanya senyawa hasil metabolisme bakteri rongga mulut yang menguap ke udara sehingga menimbulkan bau. Sikatlah gigi minimal 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur dengan menggunakan sikat dan pasta gigi secara reguler. Cara ini sangat ampuh untuk menjaga jumlah bakteri normal dalam rongga mulut sehingga bau mulut dapat dihilangkan. Sisa makanan yang menjadi sumber makanan bakteri pun juga akan turut terbersihkan. Jangan lupa untuk membersihkan bagian lidah, karena area itu merupakan tempat yang disenangi bakteri untuk tumbuh.
2. Flossing

Flossing adalah salah satu cara pembersihan sela-sela gigi dengan menggunakan benang khusus (Dental Floss). Dental floss dapat dengan mudah kita dapatkan karena sudah tersedia hampir di setiap swalayan dan apotek. Tujuan flossing adalah untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di sela gigi yang tidak bisa dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Makanan yang tersangkut di sela gigi dapat menjadi sumber bau mulut dan infeksi bakteri. Impaksi makanan adalah keadaan dimana makanan terperangkap dalam jaringan gusi yang dapat membuat gusi menjadi bengkak dan sakit serta dapat menjadi penyebab gigi berlubang. Hindari penggunaan tusuk gigi dari serat kayu karena akan memperparah pembengkakan pada gusi.
3. Gunakan obat kumur

Menggunakan obat kumur juga sudah terbukti dapat mengurangi bau mulut. Terdapat berbagai jenis obat kumur berdasarkan isi dan konsentrasi bahan aktifnya. Pilihlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol. Baca petunjuk pemakaian yang tertera pada botol dan pakailah sesuai aturan. Hindari menggunakan obat kumur dalam jangka waktu panjang untuk menghindari terjadinya iritasi atau gangguan lainnya.
4. Makan dan minum

Dalam keadaan lapar, asam lambung banyak diproduksi sehingga mengakibatkan adanya tekanan gas lambung yang lebih banyak ke arah rongga mulut. Hal ini dapat menimbulkan bau mulut. Untuk itu, makanlah walaupun sedikit atau setidaknya minum air putih. Mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol dengan rasa mint juga dapat membantu untuk menghilangkan bau mulut. Mengunyah permen karet ini telah dibuktikan baik untuk kesehatan rongga mulut.
5. Hindari makanan berbau menusuk

Makanan yang memiliki bau yang kuat seperti bawang, durian, jengkol dan sebagainya dapat menjadi sumber bau mulut. Meskipun kita sudah menyikat gigi dan berkumur terkadang bau makanan tersebut masih tertinggal. Ada baiknya mengindari beberapa jenis makanan diatas jika Anda tidak mau mengalami halitosis. Namun, itu tergantung pilihan Anda, jika itu makanan favorit mungkin bau mulut menjadi tidak terlalu bermasalah, asalkan Anda langsung membersihkan rongga mulut setelah mengonsumsi makanan tersebut.
6. Periksa berkala ke dokter gigi
Karang gigi, gigi berlubang, sariawan dan beberapa masalah gigi dan mulut lainnya dapat menjadi sumber terjadinya bau mulut. Jika Anda memiliki salah satu atau beberapa keadaan ini, ada baiknya Anda segera mengunjung dokter gigi untuk merawatnya. Bau mulut dapat menjadi penanda bahwa rongga mulut Anda sedang mengalami masalah.
7. Periksa kesehatan umum Anda

Selain menggambarkan kondisi rongga mulut Anda, halitosis juga muncul sebagai salah satu penanda bahwa kesehatan umum Anda terganggu. Bau amoniak (pesing) sering tercium pada rongga mulut penderita penyakit ginjal. Hal ini dikarenakan adanya pemecahan senyawa urea yang banyak terdapat pada saliva (air liur) penderita penyakit ginjal. Begitu pula dengan bau keton yang tercium pada penderita diabetes. Untuk itu, ada baiknya jika Anda memeriksakan kesehatan secara rutin terutama jika tercium atau mendapatkan keluhan bau seperti yang telah disebutkan tadi dan Anda tidak tahu penyebabnya dari mana.
Bau mulut sejatinya bukanlah hal yang membahayakan, namun dapat menggganggu kenyamanan diri Anda dan orang sekitar Anda. Sering kali bau mulut membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Bau mulut juga dapat menjadi penanda adanya gangguan pada rongga mulut maupun kesehatan umum Anda. Konsultasikan masalah bau mulut dengan dokter gigi Anda jika Anda tidak dapat mengatasinya sendiri. Demikian pembahasan mengenai cara menghilangkan bau mulut. Semoga bermanfaat. Salam Sehat!

Peran teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan kesehatan selama pandemi covid-19 #staysafe #Dirumahaja