Minggu, 10 Mei 2020

Peran teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan kesehatan selama pandemi covid-19
#staysafe
#Dirumahaja

Sabtu, 09 Mei 2020

Tips Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Selama Pandemi COVID-19 
       Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama masa pandemi virus Corona atau COVID-19 sangat penting. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan pada gigi, sehingga tak perlu mengunjungi dokter terkait imbauan untuk tetap #dirumahaja.

       Gusi yang sehat dapat membantu tubuh melawan infeksi coronavirus. "Ada bukti ilmiah yang sudah kuat bahwa respons imun dalam tubuh kita terkait erat dengan kesehatan gusi ," jelas Eugenia Roberts, asisten profesor klinis di Midwestern University Clinics di Arizona.

“Selama pandemi, tujuannya adalah untuk mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh. Mulut yang sehat membebaskan sistem kekebalan tubuh untuk melawan pengganggu lainnya,” tambah Roberts 


Berikut beberapa langkah menjaga kesehatan gigi dan mulut: 

1. Perhatikan Makanan yang kita makan 

       Mengontrol makan atau ngemil yang berlebihan akan membantu melindungi gigi dari kerusakan. Cemilan dapat menyebabkan asam di dalam mulut. Semakin sering gigi terpapar dengan asam ini, semakin lemah dan rapuh kekuatan gigi. 

Selain itu hindari makanan olahan dan makanan yang mengandung karbohidrat non-serat yang akan berkontribusi pada penumpukan plak. 

2. Banyak Minum Air Putih 

       Minum air adalah salah satu hal termudah dan paling bermanfaat yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah gigi berlubang, terutama air yang mengandung fluide. 

Selain itu, minum air putih membantu membersihkan mulut dan menyapu sisa makanan dan residu yang menyebabkan bakteri di rongga mulut. 


3. Jaga Kebersihan Sikat Gigi

       Sikat gigi merupakan tempat yang sangat rentan menyimpan virus dan bakteri. Oleh karena itu membersihkan sikat gigi adalah keharusan. 

Cara menjaga kebersihan sikat gigi adalah merendamnya dalam cairan obat kumur dan hidrogen peroksida. Itu akan membuat sikat gigi tetap aman. 

Stay safe and stay healthy everyone!! Semoga pandemi ini cepat berakhir, Aamiin.
Tetap #dirumahsaja dan jangan lupa menjaga kebersihan gigi dan mulut ya temanteman online <3

Minggu, 03 Mei 2020

Perawatan gigi dan mulut di bulan puasa
  1. Tetap menggosok gigi dengan rutin Bulan puasa atau bukan, Kita dianjurkan menggosok gigi minimal dua kali sehari. Pada bulan puasa, Kita tetap bisa menggosok gigi dua kali sehari, yaitu sehabis sahur dan sesudah berbuka puasa atau sebelum tidur. Gunakan pasta gigi dengan fluoride untuk melindungi gigi dari kerusakan.
  2. Bersihkan rongga mulut dengan seksam. Selain menyikat gigi, tertiblah membersihkan rongga mulut dengan cara menyikat lidah, menggunakan benang gigi, dan jika perlu menggunakan mouthwash. Menyikat lidah dan menggunakan benang gigi membantu menghilangkan sisa-sisa makanan pengundang bakteri, supaya mulut tidak bau ketika puasa. Mouthwash tanpa alcohol bisa digunakan untuk memberikan kesegaran napas yang lebih tahan lama.
  3. Praktikkan diet sehat seimbang Pada bulan puasa, menjalankan pola makan yang seimbang menjadi lebih penting untuk menghindari masalah pencernaan dan masalah gigi dan mulut. Hindari makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi- sisa gula yang menempel pada gigi bisa menyebabkan penumpukan plak dan pembentukan karang gigi. Perbanyak makan buah dan sayur- kandungan vitaminnya membantu mencegah masalah gigi dan mulut seperti sariawan dan mulut kering. Buah dan sayuran berserat tinggi juga memiliki kemampuan self-cleansing ketika dikunyah, yang ikut membantu membersihkan gigi dari plak.
  4. Perbanyak minum air putih. Air putih yang kita minum berfungsi untuk merangsang produksi air liur yang menetralisir keasaman mulut kita. Meskipun sedang berpuasa, ingatlah untuk mengonsumsi 2 liter air putih sehari setelah buka puasa dan sebelum imsak.
  5. Hindari makanan-makanan tertentu Selain makanan dengan kadar gula tinggi, hindari pula makanan penyebab bau mulut seperti jengkol, petai, atau durian. Makanan yang mengandung terlalu banyak bawang juga dapat menyebabkan aroma mulut yang tak sedap.


Perawatan gigi apa sajakah yang dibolehkan?

Sebuah fatwa MUI menyatakan bahwa perawatan-perawatan gigi berikut diperbolehkan dan tidak akan membatalkan puasa apabila dilakukan dengan berhati-hati dan tidak berlebihan:
  • Ekstraksi gigi / cabut gigi
  • Pembersihan karang gigi/ scaling
  • Menambal gigi
  • Mencetak gigi
  • Pemasangan aksesoris gigi seperti veneer, kawat gigi, atau prosedur bleaching, asalkan tujuannya bukan untuk perawatan kecantikan tanpa indikasi medis.
 Ingat yaaa, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Hehe
Dengan tips-tips menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut serta tips gosok gigi saat puasa, jangan jadikan bulan puasa sebagai alasan untuk menyembunyikan senyum sehat dan indah ! Selamat menjalankan ibadah puasa :)

Minggu, 29 Maret 2020

Pentingnya Social Distancing!!!


Apa Itu Social Distancing, dan Apa Pentingnya Social Distancing?
Mungkin masih ada dari sebagian kita yang bingung mengenai social distancing yang sedang marak dilakukan di beberapa negara termasuk Indonesia. Social distancing sendiri memiliki arti yang sangat beragam. Namun, dapat disimpulkan bahwa social distancing adalah tindakan berupa menjauhi dan membatasi kontak langsung dengan individu lain untuk menghindari penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) yang sedang marak terjadi. Dalam kasus ini, pembatasan tersebut meliputi dilarangnya berjabat tangan dan berpelukan saat bertemu kerabat. Serta harus memberikan jarak 1,5 hingga 2 meter dengan manusia lainnya.
Lalu, apa pentingnya social distancing saat pandemic Virus Corona ini?
Saat ini, melakukan social distancing dianggap sebagai tindakan yang paling berpengaruh untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona semakin luas lagi.
Bentuk Social Distancing, Penting untuk Mencegah Penyebaran Covid-19
Untuk kalian yang masih bertanya-tanya, seperti apa bentuk dari social distancing tersebut, berikut ini penjelasan lebih lanjutnya. Yuk, simak ulasan di bawah ini!

1. Menerapkan Bekerja di Rumah

Sejak virus corona dinyatakan sebagai pandemi pada 12 Maret 2020 lalu oleh WHO, pemerintah mulai mengeluarkan kebijakan social distance. Khususnya bagi kota-kota yang sudah terpapar virus corona. Sejak saat itu, muncullah kebijakan work from home (WFH) untuk meminimalisir terus bertambahnya angka korban yang terkena virus corona.
Banyak perusahaan yang mulai menerapkan sistem kerja dari rumah bagi karyawannya. Bukan tanpa alasan, langkah ini dipercaya sebagai salah satu upaya untuk mengurangi penyebaran virus yang dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik secara sengaja ataupun tidak.

2. Hindari Menggunakan Kendaraan Umum

Selama masa karantina, tentu sebaiknya kamu tetap berada di dalam rumah ya, Kalaupun kamu harus pergi ke luar rumah, sebaiknya perhatikan beberapa hal yang tetap bisa membuat kamu aman selama di luar rumah. Salah satunya adalah dengan tidak menggunakan kendaraan umum.
Kembali lagi pada social distancing yang mengharuskan kamu untuk menjaga jarak antara 1,5 hingga 2 meter dari orang lain. Serta hindari menyentuh benda disekitar yang berpotensi menyimpan virus, dan akan berdampak buruk untuk kamu yang sedang dalam kondisi kurang baik.


3. Sebisa Mungkin Hindari Kerumunan

Bentuk dari social distancing terakhir yang bisa menjadi acuan selama pandemi virus corona ini masih ada adalah dengan menghindari kerumunan. Tempat-tempat yang dimaksudkan adalah seperti pusat perbelanjaan, restoran, club atau bar, dan beberapa tempat dengan jumlah pengunjung lebih dari 50 orang.
Bahkan, selama wabah ini masih ada, pemerintah melarang adanya acara-acara yang menyebabkan adanya kerumunan orang. Seperti festival musik, parade, event olahraga, dan lain sebagainya.
Cegah Penyebaran Virus Corona #dirumahaja
Meskipun siapapun bisa saja menjadi penyebar dan penderita dari virus corona. Namun ada cara terbaik yang bisa kamu lakukan kok, untuk setidaknya memutus potensi seseorang tersuspek virus ini. Dengan menerapkan cara-cara di atas dan memilih untuk #dirumahaja tentunya kamu menyelamatkan diri sendiri dan orang lain juga lho.
SEMOGA PENYEBARAN VIRUS CORONA CEPAT BERAKHIR. AAMIIN J
STAY SAFE TEMAN-TEMAN!!!!
#DIRUMAHAJA

Selasa, 03 Maret 2020

7 Cara Menghilangkan Bau Mulut
Bau mulut atau disebut juga dengan Halitosis bukan merupakan hal yang asing bagi kita. Lebih dari 80% penduduk dunia mengalami bau mulut. Berikut akan kita bahas bagaimana cara menghilangkan dan mencegah bau mulut.
1. Sikat gigi secara teratur

Pada umumnya halitosis disebabkan karena adanya senyawa hasil metabolisme bakteri rongga mulut yang menguap ke udara sehingga menimbulkan bau. Sikatlah gigi minimal 2 kali sehari, setelah sarapan dan sebelum tidur dengan menggunakan sikat dan pasta gigi secara reguler. Cara ini sangat ampuh untuk menjaga jumlah bakteri normal dalam rongga mulut sehingga bau mulut dapat dihilangkan. Sisa makanan yang menjadi sumber makanan bakteri pun juga akan turut terbersihkan. Jangan lupa untuk membersihkan bagian lidah, karena area itu merupakan tempat yang disenangi bakteri untuk tumbuh.
2. Flossing

Flossing adalah salah satu cara pembersihan sela-sela gigi dengan menggunakan benang khusus (Dental Floss). Dental floss dapat dengan mudah kita dapatkan karena sudah tersedia hampir di setiap swalayan dan apotek. Tujuan flossing adalah untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang ada di sela gigi yang tidak bisa dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Makanan yang tersangkut di sela gigi dapat menjadi sumber bau mulut dan infeksi bakteri. Impaksi makanan adalah keadaan dimana makanan terperangkap dalam jaringan gusi yang dapat membuat gusi menjadi bengkak dan sakit serta dapat menjadi penyebab gigi berlubang. Hindari penggunaan tusuk gigi dari serat kayu karena akan memperparah pembengkakan pada gusi.
3. Gunakan obat kumur

Menggunakan obat kumur juga sudah terbukti dapat mengurangi bau mulut. Terdapat berbagai jenis obat kumur berdasarkan isi dan konsentrasi bahan aktifnya. Pilihlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol. Baca petunjuk pemakaian yang tertera pada botol dan pakailah sesuai aturan. Hindari menggunakan obat kumur dalam jangka waktu panjang untuk menghindari terjadinya iritasi atau gangguan lainnya.
4. Makan dan minum

Dalam keadaan lapar, asam lambung banyak diproduksi sehingga mengakibatkan adanya tekanan gas lambung yang lebih banyak ke arah rongga mulut. Hal ini dapat menimbulkan bau mulut. Untuk itu, makanlah walaupun sedikit atau setidaknya minum air putih. Mengunyah permen karet bebas gula yang mengandung xylitol dengan rasa mint juga dapat membantu untuk menghilangkan bau mulut. Mengunyah permen karet ini telah dibuktikan baik untuk kesehatan rongga mulut.
5. Hindari makanan berbau menusuk

Makanan yang memiliki bau yang kuat seperti bawang, durian, jengkol dan sebagainya dapat menjadi sumber bau mulut. Meskipun kita sudah menyikat gigi dan berkumur terkadang bau makanan tersebut masih tertinggal. Ada baiknya mengindari beberapa jenis makanan diatas jika Anda tidak mau mengalami halitosis. Namun, itu tergantung pilihan Anda, jika itu makanan favorit mungkin bau mulut menjadi tidak terlalu bermasalah, asalkan Anda langsung membersihkan rongga mulut setelah mengonsumsi makanan tersebut.
6. Periksa berkala ke dokter gigi
Karang gigi, gigi berlubang, sariawan dan beberapa masalah gigi dan mulut lainnya dapat menjadi sumber terjadinya bau mulut. Jika Anda memiliki salah satu atau beberapa keadaan ini, ada baiknya Anda segera mengunjung dokter gigi untuk merawatnya. Bau mulut dapat menjadi penanda bahwa rongga mulut Anda sedang mengalami masalah.
7. Periksa kesehatan umum Anda

Selain menggambarkan kondisi rongga mulut Anda, halitosis juga muncul sebagai salah satu penanda bahwa kesehatan umum Anda terganggu. Bau amoniak (pesing) sering tercium pada rongga mulut penderita penyakit ginjal. Hal ini dikarenakan adanya pemecahan senyawa urea yang banyak terdapat pada saliva (air liur) penderita penyakit ginjal. Begitu pula dengan bau keton yang tercium pada penderita diabetes. Untuk itu, ada baiknya jika Anda memeriksakan kesehatan secara rutin terutama jika tercium atau mendapatkan keluhan bau seperti yang telah disebutkan tadi dan Anda tidak tahu penyebabnya dari mana.
Bau mulut sejatinya bukanlah hal yang membahayakan, namun dapat menggganggu kenyamanan diri Anda dan orang sekitar Anda. Sering kali bau mulut membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Bau mulut juga dapat menjadi penanda adanya gangguan pada rongga mulut maupun kesehatan umum Anda. Konsultasikan masalah bau mulut dengan dokter gigi Anda jika Anda tidak dapat mengatasinya sendiri. Demikian pembahasan mengenai cara menghilangkan bau mulut. Semoga bermanfaat. Salam Sehat!

Minggu, 02 Februari 2020


     Pentingnya Merawat Gigi dan Gusi

Gambar.jpeg

  Kesehatan gigi dan gusi yang optimal tidak hanya membuat tampil percaya diri di depan orang. Di balik itu, ada berbagai manfaat kesehatan yang bisa didapatkan. Merawat gusi dengan baik akan meminimalisir resesi gusi, yaitu kondisi yang mana gusi melonggar dan membuat bakteri mudah masuk di sela-sela gigi dan gusi.
Bakteri yang berkumpul di mulut karena kurangnya menjaga kesehatan gigi dan gusi juga bisa menyebabkan infeksi paru-paru karena kemungkinan bakteri di gigi masuk ke paru-paru jadi lebih besar. Begitu pula adanya peradangan di gusi ternyata berhubungan dengan kerusakan pembuluh darah yang bisa menyebabkan penyakit jantung. Oleh karena itu, merawat gigi dan gusi dengan baik akan mengurangi risiko Anda terkena penyakit yang disebabkan oleh masalah gigi dan gusi.
Cara-cara Mudah Merawat Gusi dan Gigi di Rumah

1.  Rutin menggosok gigi, minimal 2 kali sehari, di pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
2.  Gunakan benang gigi untuk pembersihan maksimal di sela-sela gigi.
3.  Penggunaan mouthwash diperbolehkan untuk menambah kesegaran mulut, asal jangan berlebihan atau tertelan.
4.  Menjaga pola makan yang sehat penting untuk menghindari zat-zat perusak gigi menempel dan melubangi gigi.
Bahan Alami yang Manjur untuk Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi

●      Kayu Manis dan Cengkeh
Kayu manis dan cengkeh mampu mengatasi bau mulut tidak sedap karena gigi berlubang.  Ambil 1 gelas air hangat lalu teteskan 10 hingga 15 tetes minyak kayu manis dan minyak cengkeh. Aduk hingga rata, lalu kumur beberapa menit.
●      Air Lemon
Kandungan asam sitrat pada air lemon bermanfaat untuk membuat gigi terlihat lebih putih dan bersih. Caranya pun mudah, campurkan saja 1 sendok teh air hangat dengan 1 sendok jus lemon segar. Pakai larutan tersebut untuk menggosok gigi selama kurang lebih 1 menit.
●      Peppermintdan Minyak Tea Tree
Sudah lama diketahui jika daun mint bisa menghadirkan nafas yang segar. Anda dapat membuat cairan peppermint dengan mencampurkan 8 hingga 10 helai daun mint dengan dua tetes minyak tea tree ke dalam secangkir air hangat. Kumur-kumur selama beberapa menit, tapi jangan sampai tertelan.
●      Air dan Garam
Jangan salah, meski kelihatannya sepele, larutan air dan garam direkomendasikan oleh dokter gigi sebagai larutan ampuh untuk membersihkan mulut dan membantu mengatasi radang di gusi. Berkumurlah kurang lebih 2 sampai 3 menit untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Peran teknologi informasi dalam dunia pendidikan dan kesehatan selama pandemi covid-19 #staysafe #Dirumahaja